Blogroll

Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Jurnal Perilaku Konsumen

Tema:

Pengaruh Iklan Televisi Terhadap Perilaku Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Sabun Mandi Lifebuoy

Oleh : Esti Margiyanti Utami & Sri Kusmaryati Universitas Muhammadiyah Purworejo

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh iklan televisi terhadap perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sabun mandi lifebuoy. Penelitian dilakukan di Kelurahan Sendangsari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Jumlah populasi dalam penelitian ini 210 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik convenience sampling dan purposive sampling. Dengan menggunakan teknik tersebut maka diperoleh sampel sebanyak 131 orang.
Alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil analisis regresi menghasilkan persamaan, Y = 4,336 + 0,251X1 +0,342X2 + 0,503X3. Nilai t hitung untuk masing-masing variabel signifikan yang berarti bahwa variabel suasana, dialog dan personal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen dalam pengambilan
keputusan pembelian sabun lifebuoy. F hitung sebesar 131,143 dan signifikan, yang berarti bahwa variabel suasana, dialog dan personal secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sabun lifebuoy. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,750, yang berarti 75% perubahan Y disebabkan oleh variasi perubahan variabel suasana (X1), dialog (X2), dan personal (X3),
sedangkan sisanya sebesar 25% dipengaruhi variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian.

Kata kunci : iklan televisi, perilaku konsumen, pengambilan keputusan pembelian

PENDAHULUAN

Seiring dengan berubahnya pola hidup dan meningkatnya kebutuhan akan barang-barang
konsumsi, maka produksi barang-barang konsumsi juga mengalami banyak kemajuan. Persoalan tersebut akhirnya mengakibatkan persaingan super ketat dari produsen, hal ini akan berpengaruh pada pola hidup masyarakat dengan semakin gencarnya informasi yang mereka terima dari suatu produk.
Berbagai upaya promosi dilakukan untuk menarik minat konsumen agar mau membeli produk yang mereka hasilkan. Gencarnya promosi yang dilakukan dapat dilihat dari banyaknya iklan yang dipasang atau disiarkan oleh para pengguna jasa iklan pada berbagai media masa baik cetak maupun elektronik termasuk televisi.
Iklan pada sebuah tayangan televisi merupakan salah satu bentuk promosi, berusaha memberikan informasi kepada konsumen tentang adanya produk tertentu. Keunggulan dan kualitas menjadi ciri suatu iklann untuk mempengaruhi konsumen agar memilihnya serta mendapatkannya.
Dampak dari suatu iklan televisi tergantung bagaimana pesan disampaikan. Variabel-variabel dalam mempelajari iklan televisi digolongkan menjadi tiga, yaitu (Kotler, 1993:291) :

1. Suasana
Suasana adalah latar belakang keadaan yang dapat menggambarkan suatu maksud tertentu di dalam suatu iklan.
2. Dialog
Dialog adalah pesan iklan yang disampaikan dalam di dalam suatu media yang diharapkan dapat menarik konsumen untuk membeli produk tersebut.
3. Personal
Personal adalah orang-orang yang dapat dipakai dalam menyampaikan pesan iklan. Produsen selalu berupaya mendesain pesan iklan sedemikian rupa agar menarik. Semakin menarik suatu iklan dan semakin dilihat, dibaca, dan didengar maka semakin akrab konsumen dengan produk-produk yang diiklankan, maka dapat diharapkan konsumen untuk memilihnya. Sesuatu yang asing tentunya kurang disukai oleh konsumen. Penelitian tentang iklan televisi yang sering digunakan produsen untuk memperlancar komunikasi dengan konsumennya dan masyarakat luas sangat menarik. Iklan sabun mandi lifebuoy versi membersihkan tanah longsor akan dijadikan fokus dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk :
1. Mengetahui pengaruh suasana terhadap perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sabun mandi lifebuoy.
2. Mengetahui pengaruh dialog terhadap perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sabun mandi lifebuoy.
3. Mengetahui pengaruh personal terhadap perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sabun mandi lifebuoy.
4. Mengetahui pengaruh suasana, dialog, dan personal secara bersama-sama terhadap perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sabun mandi lifebuoy.

METODE

Populasi dan Sampel

Penelitian dilakukan di Kelurahan Sendangsari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah melihat iklan sabun mandi lifebuoy versi membersihkan tanah longsor dan menggunakan sabun mandi
lifebuoy tersebut. Pengambilan sampel dilakukan dengan convenience sampling dan purposive sampling. Convenience sampling adalah teknik penyebaran kuesioner atas dasar kemudahan menemui responden, agar tidak terjadi duplikasi maka setiap responden
diminta untuk mengisi identitas responden. Purposive sampling adalah pengambilan sampel anggota populasi dilakukan dengan pertimbangan tertentu. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan tabel penentuan sampel (Sugiyono, 2004:81). Dengan taraf kesalahan 5%, maka sampel diambil sebanyak 131 responden.
Variabel Penelitian
1. Variabel bebas (X)
a. Suasana (X1)
Suasana adalah latar belakang keadaan yang dapat menggambarkan suatu maksud tertentu  di dalam suatu iklan. Suasana meliputi cuplikan kehidupan, gaya hidup, fantasi, dan citra.
b. Dialog (X2)
Dialog adalah pesan iklan yang disampaikan dalam di dalam suatu media yang diharapkan dapat menarik konsumen untuk membeli produk tersebut. Dialog meliputi musikal, keahlian teknik, dan bukti-bukti ilmiah.
c. Personal (X3)
Personal dalah orang-orang yang dapat dipakai dalam menyampaikan pesan iklan. Personal meliputi simbol kepribadian dan bukti-bukti ilmiah.
2. Variabel terikat (Y)
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sabun mandi lifebuoy.
Variabel-variabel yang digunakan diukur dengan menggunakan skala likert 1-5 (sangat tidak setuju – sangat setuju).
Alat Analisis
Alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda.

HASIL PENELITIAN


Responden
Responden diklasifikasikan menurut jenis kelamin, usia dan pekerjaan. Responden terdiri dari perempuan sebanyak 98 orang (74%) dan laki-laki sebanyak 33 (26%). Responden yang berusia <20 tahun sebanyak 19 orang (14%), usia 20-30 tahun sebanyak 34 orang (26%), dan usia 31-40 tahun sebanyak 67 orang (51%). Jenis pekerjaan responden cukup bervariasi, 51 orang (39%) adalah petani, 25 orang (19%) adalah wiraswasta (dagang), 24
orang (19%) adalah PNS, 17 orang (13%) adalah pegawai swasta, sedangkan sisanya sebanyak 14 orang (10%) adalah mahasiswa.

Analisis Data
Analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh suasana (X1), dialog (X2), dan personal (X3) terhadap pengambilan keputusan pembelian sabun mandi lifebuoy (Y). Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program SPSS 10.0 for windows. Hasil perhitungan menghasilkan persamaan regresi, yaitu :
Y = 4,336 + 0,251X1 + 0,342X2 + 0,503X3
a. Nilai koefisien regresi untuk variabel suasana adalah positif (0,251)
Suasana berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan konsumen membeli sabun mandi lifebuoy, artinya jika variabel suasana dalam iklan sabun mandi lifebuoy baik dan dapat menggambarkan maksud dari penayangan iklan tersebut maka pengambilan keputusan konsumen membeli sabun mandi lifebuoy akan mengalami peningkatan.
b. Nilai koefisien regresi untuk variabel dialog adalah positif (0,342)
Dialog berpengaruh  positif terhadap pengambilan keputusan konsumen membeli sabun mandi lifebuoy, artinya jika variabel dialog dalam iklan sabun mandi lifebuoy dapat menarik konsumen dengan penataan musik yang tepat dan menonjolkan keahlian perusahaan dalam membuat
produk andalannya maka pengambilan keputusan konsumen membeli sabun mandi lifebuoy akan mengalami peningkatan.
c. Nilai koefisien regresi untuk variabel personal adalah positif (0,503)
Personal berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan konsumen membeli sabun mandi lifebuoy, artinya jika variabel personal dalam iklan sabun mandi lifebuoy menampilkan orang-orang atau model iklan terpercaya yang diyakini dapat mempengaruhi minat beli konsumen baik itu disebabkan karena sang model iklan yang
terkenal ataupun pernyataan yang diungkapkan model iklan agar konsumen tertarik maka
pengambilan keputusan konsumen membeli sabun mandi lifebuoy akan mengalami peningkatan.
Hasil perhitungan uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung untuk masing-masing variabel signifikan yang berarti bahwa variabel suasana, dialog dan personal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sabun lifebuoy. Nilai F hitung adalah sebesar 131,143 dan signifikan, yang berarti bahwa variabel suasana, dialog dan personal secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sabun lifebuoy. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,750, yang berarti 75% perubahan Y
disebabkan oleh variasi perubahan variabel suasana (X1), dialog (X2), dan personal (X3), sedangkan sisanya sebesar 25% dipengaruhi variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam
penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Algifari, 2000, Analisis Regresi Teori Kasus dan Solusi, Yogyakarta: BPFE
Engel, James, 1994, Perilaku Konsumen, Jilid 1, Jakarta: Binarupa Aksara
Kasali, Rhenald, 1993, Manajemen Periklanan dan Aplikasi Di Indonesia, Jakarta: Grafiti
Kotler, Philip, 1993, Manajemen Pemasaran, Jilid II, Jakarta: Erlangga
Kotler, Philip, 2002, Manajemen Pemasaran, Jilid I, Edisi Kesebelas, Jakarta: Indeks
Riduan, 2005, Belajar Mudah Penelitian, Bandung: Alfabeta
Sugiono, 2004, Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta
______, 2005, Statistik Untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta
Swasta, Basu dan Ibnu Sukotjo, 2000, Pengantar Bisnis Modern, Yogyakarta:
Liberty Swasta, Basu dan T. Hani Handoko, 1987, Manajemen Pemasaran Analisa Perilaku Konsumen, Yogyakarta: Liberty

Komentar :
Jadi, hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel iklan televisi (suasana, dialog, dan personal) berpengaruh positif terhadap perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sabun mandi lifebuoy. Uji F menunjukkan bahwa variabel suasana, dialog, dan personal secara simultan (bersama-sama) berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sabun mandi lifebuoy.


Tugas Bahasa Indonesia

Perjalanan’ Sanering, Devaluasi dan Kini Redenominasi

Bank Indonesia (BI) berkeinginan mengangkat citra uang rupiah diantara mata- uang negara-negara di dunia. Gubernur BI mengusulkan untuk meredenominasi uang rupiah dengan menghapus tiga angka nol disetiap lembar rupiah. Jadi, uang pecahan dengan nilai Rp 100.000 kelak akan berubah menjadi Rp 100.

Sepintas, memang, kebijakan itu dapat mengangkat derajat rupiah di mata uang dunia. Jika saat ini satu dolar AS harganya Rp 9.600, maka kelak kursnya cuma Rp 9,6. Kurs rupiah terhadap sejumlah mata asing pun seolah-olah akan menguat. Singkat kata, kebijakan redenominasi diharapkan dapat mengangkat derajat rupiah dari dalam keranjang 10 mata uang sampah.

Sebenarnya bukan kali ini saja pemerintah mengutak-atik rupiah. Tahun 1950, misalnya, Menteri Keuangan Syafrudin Prawiranegara melakukan pemotongan mata uang rupiah atau sanering untuk mengerem inflasi. Namun kebijakan yang dikenal dengan “Gunting Syafrudin” ini justru membuat harga-harga kian meroket.
Presiden Soekarno pun memerintahkan Maladi, Menteri Muda Penerangan, untuk melakukan sanering kedua pada 25 Agustus 1959. Tak hanya itu. Simpanan giro dan deposito milik masyarakat dibekukan dan kemudian diubah menjadi simpanan berjangka. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun didevaluasi 74,5%.
Akibat kebijakan itu, kekayaan rakyat yang dikumpulkan bertahun-tahun ludes dalam sekejap. Sementara masalah ekonomi tak juga membaik. Demikian pula posisi rupiah terhadap mata uang asing semakin terpuruk. Anehnya, pemerintah Soekarno justru kembali melakukan sanering ketiga pada 13 Desember 1965.Uang lama Rp 1.000 diganti uang nilai baru Rp 1.

Kebijakan itu membuat perekonomian Indonesia semakin kacau. Harga barang-barang terus meroket, bahkan inflasi sempat menyentuh 594%. Puncaknya terjadi pada 1966, ketika inflasi mencapai 635,5%. Rakyat pun kian menderita karena pendapatan mereka yang hanya US$ 80 per tahun habis dimakan inflasi. Buruknya perekonomian ini menjadi pendorong kejatuhan Orde Lama.

Di masa pemerintahan Orde Baru, kebijakan sanering memang tak lagi dipergunakan. Namun di bawah Presiden Soeharto, rupiah beberapa kali didevaluasi. Tahun 1971, misalnya, kurs rupiah dipotong 10% menjadi Rp 415 per dolar. Kemudian lewat kebijakan Kenop 1978, dolar Amerika dipatok di level Rp 625. Maret 1983 nilai rupiah kembali didevaluasi dari Rp 700menjadi Rp 970 per dolarAS.

Ketika krisis moneter melanda Indonesia, 1997, pemerintah justru membiarkan rupiah mengambang bebas (free floating). Sikap ini berbeda dengan kebijakan pemerintah Malaysia yang mematok dolar AS pada level tertentu. Alhasil, nilai rupiah pun terpuruk. Apalagi setelah BI mencetak uang pecahan Rp 50.000. Puncaknya terjadi April 1998, ketika itu nilai rupiah rontok menjadi Rp 17.200 per dolar. Kirisis moneter ini membuat Pak Harto lengser.

Betul, setelah reformasi nilai tukar rupiah relatif stabil. Namun pamornya telah jatuh terhadap sejumlah mata uang asing, terutama terhadap dolarAS. Terlebih sejak BI menerbitkan uang pecahan Rp 100.000 pada 1999. Maka jangan kaget bila kemudian rupiah dikelompokkan sebagai uang sampah, bersama sembilan mata uang lainnya.

Nah, untuk mengangkat kembali martabat rupiah, BI berencana meredenominasi rupiah. Namun banyak kalangan yang tidak setuju dengan rencana itu. Walau pun redenominasi berbeda dengan dengan sanering maupun devaluasi, namun mereka khawatir kebijakan itu justru akan menimbulkan spekulasi dan meroketnya harga-harga.


Sumber: inilah.com

Selasa, 25 Juni 2013

Relative Pronouns


Relative Pronouns


Contoh artikel:
IS IT DEMOCRACY Napoleon Bonaparte said; “The crown of France was rolling inside the gutter, I simply picked up it, and put on my head”

                IS IT DEMOCRACY
Napoleon  Bonaparte said; “The crown of France was rolling inside the gutter, I simply picked up it, and put on my head”. The religion and caste division amongst Hindu were being exploited by the invaders. British’s sponsored the  policy of  divide and rule while  politicians adopted a policy of the divide and spoil for their narrow gains  in spite of the fact that it may be a threat to the nations unity and integrity of our country.  Now nobody is looking forward to the vast problems of poverty, ignorance and disease.  The divisive it forces of caste & religion imbalances through  strong and resurgent  India.
Battle of Panipat and battle of Plassy were not fought due to such divisive forces on the caste line but they were  conquered by making ourselves slave to our destiny by different dynasty. Excellence and social equality with greater attention to socially disadvantaged minority group  was essentially required to be given pre- dominance to check up global economic scenario annual.  There is no leadership of extraordinary commitment and alertness as in accordance with the changing emergence of technological and intellectual impact on our society, but there is role entrepreneurs invigourous wealth creation through a radical change inn our character .  [1] Let us be confined to a classless society in which there may not  be any appeasement or reservation except the excellence in respect of our performance.  Unfortunately the traitors inside the country has provided still worsted shadow of darkness by an eclipsed sun.  The people of whole country was  suffering from a poignant pain of agony. The universality of which carries  in it a great dignity of consolation we have promulgated  the undesirable elements in our population coupled with corruption, cruelty, callousness and a complete disregard of public welfare, which  is flourishable poison in the air. With confounded speculation  of India’s starvation; a terrorist decade of oligarchy and anarchy having appeasement party politics as antithesis to creativity and potential, which has provided an obstacle to our inherited great stilled splendour intelligence with our super entrepreneurial spirit of cultural heritage to naught with intellectual apathy, I have risen to the occasion with profound bleeding at my heart to fight against compulsive gamble bent upon ascending our invaluable legacy providing to be caricature to our noble democracy. We the India’s having 15%of world population and 54% of illiterate citizens of the world are having only 1.5% of world income going down word trend in the list of exporting country from 16th place to 45 place with less them ½ of world to list traffic after 60 years of independence. Despite best ecological conditions and environment and natural resources we are amongst the 10th corrupt nations of the world. Scam of corruption, like Fodder Scam in Bihar, Harshad Mehta Scam, Cobbler Scam of Maharastra, Ayurvedic Scam in U.P., letter of credit Scam in Assam with 700 cases of corruption pending with C.B.I. is our identity. At least 40,000 criminal cases of kidnapping, murder, rape, gangsterism and Mafia Rule spreading the fear psychosis without having the printed proforma of F.I.R. and charge-sheet are the glorious instances in one State of Bihar, which is spreading the fire of greed and fears psychosis upon its people. About 240 public sectors enterprises by Union Govt. And 700 public sectors by the State Govt, are providing black hole in National Economy. The money guzzlers are extracting an exorbitant prices for Indian doctrinal socialism. The State of mobocracy in the strife of moral decay with facet of indiscipline, corruption and castism divisiveness with communal hatred, linguistic fanaticism, regional fancy and caste loyalty have provoked the conscience of patriotism. About 120 millions cases pending in the different courts without any probable disposal, within a considerable time period may further provide the loss of country’s valuable potential. 25 north country global phenomenon are having only ¼ of world’s population having 70/ of wealth, 80/ of trade, 90/ of industries and 99/ of finest and most advanced research centre are having their vast potential. They started giving  benefit of donation received through begging, but our country’s politicians have set up to regeneration of corruption through these donations. Thus keeping away from realities in allowing to perpetuate the corruption by dishonest opportunity and with calibre are ruling over the nation. State Govt. was spending Rs. 1,11,96,000/- during Miss. Mayawati chief minister regime on the security of V.I.P. [2] every month against whom the allegation of misappropriation of Rs. 5000 crores were levelled in one public interest Litigation which were published in News Paper. This is all just to provide and boost the political career by our politician.
The collusion Govt. of India and Govt. of U.P. having ideologically antagonistic with its alliance is a heterogeneous conglomeration of disparage and disparage interest designed mainly to hedge the power against interest of common citizen. Our thrust with destiny  as boosted by our leaders at the time of independence has now been scattered into pieces, sheltered into the extinction of hopes and abrogated and subjugated with the misfortunate scenario of our prophesier democratic set up of the Country. The doctrinaire ethics of democratic values and conceptual phenomenon of so called socialism and secularism being antithesis to social justice and religious sentiment has further deteriorated the very foundation of our country solidarity amongst the citizens. We have formulated utopian empire which is having no existence. This is on account of our character assassination which is resultant into a wild fire meant for destroying the very fabric of our integrity and existence. Can we claim to enjoy our independence.
Can we protect our nation from such anarchic situation. The answer convey the only recourse to be adopted i.e. the enforceable fundamental duties and strict discipline required to be implemented. Whether the army personnel deployed for protecting the Nation may not be assigned to fulfil the uphill task of providing a check to internal insurgency. [3] Can still we enforce the necessity of maintenance of the strict discipline required to maintain by the Army personnel and not be our leaders, who have taken over the command like a diplomatic monarch in our country. Let us examine some of the drastic problem which has become the root cause of erosion of the traditional values of our culture.
Political parties are gripped to below with the wind and bend with the glass. The collusion Govt. emerged at the state level

[4] The reforms, which Napoleon introduced, were long lasting.

keterangan : 
1. kata relative pronouns yang digunakan WHICH digunakan untuk menjelaskan objek kembali yaitu : a classless society 

2. kata relative pronouns yang digunakan WHOM digunakan untuk menjelaskan objek kembali yaitu : our politician

3. kata relative pronouns yang digunakan WHO digunakan untuk menjelaskan subjek kembali yaitu : the Army personnel

4.  kata relative pronouns yang digunakan WHICH digunakan untuk menjelaskan objek kembali yaitu : the reforms


Contoh Kalimat Relative Pronouns:
- The man who is sitting in the corner is my friend.
- The boy whom we visited is her boyfriend.
- The girl whose car was sold will go to study abroad.
- The filing cabinet, which we purchase last week, is very well built.
- The book that describes about behaviour of animal is expensive.



Kamis, 16 Mei 2013

DIRECT AND INDIRECT SPEECH


DIRECT AND INDIRECT SPEECH

Penggunaan Direct dan Indirect Object
Setiap kalimat yang predikatnya kata kerja transitif, maka pasti mempunyai Objek. Ingatlah bahwa kadang-kadang dalam 1 kalimat, terdapat 2 objek untuk 1 predikat. Kedua objek tersebut disebut dengan objek langsung dan tak langsung. Direct Object adalah penderita langsung dari suatu tindakan di dalam satu kalimat.  Contohnya “He hit the ball.” Namun, kita harus berhati-hati untuk membedakan antara DIRECT OBJECT dan OBJECT COMPLEMENT:
  • They named their daughter Natasha.
Dalam kalimat ini, “daughter” adalah DIRECT OBJECT dan “Natasha” adalah OBJECT COMPLEMENT, yang menggambarkan atau memberikan penjelasan dari direct object-nya.
Indirect object mengindentifikasikan untuk siapa tindakan tersebut dibuat. Direct object dan Indirect object adalah orang, tempat, atau sesuatu yang berbeda. Direct object dalam kalimat berikut ini adalah yang dicetak tebal. Indirect Objek yang bercetak miring.
  • The instructor gave his students A’s.
  • Grandfather left Rosalita and Raoul all his money.
  • Jo-Bob sold me her boat.
Bersamaan dengan itu, kata me (atau sama dengan kata lainnya, yaitu him, us, them) biasanya berperan menjadi Direct Object.
  • Bless me/her/us!
  • Call me/him/them if you have questions.
Untuk menandai Objek langsung dan tidak langsung sangatlah mudah. Perhatikan ilustrasi berikut ini:
Contohnya:
  • Andi membawakan saya sebuah buku.
Pada kalimat diatas, predikat kalimat tersebut adalah membawakan. “Membawakan apa?” = Buku. Maka, “buku” adalah OBJEK LANGSUNG (DIRECT OBJECT) dan “saya” adalah OBJEK TIDAK LANGSUNG (INDIRECT OBJECT)
Indirect Object dapat digunakan dalam beberapa cara.
  • Give some money to John.
  • Give some money to him.
  • Give it to John.
  • Give it to him.
  • Give John some money.
  • Give him some money.
  • Give John it. (Tidak biasa dipakai)
  • Give him it. (Tidak biasa dipakai)
Perhatikan cara menempatkan 2 objek berikut ini:
  • Lend me some money. (Lend some money to me)
  • Bring me a cup of coffee. (Bring a cup of coffee to me)
  • Get me a cup of coffee. (Get a cup of coffee for me)
  • Make me a cup of coffee. (Make a cup of coffee for me)
  • Ask him a question. (Ask a question of him)
  • Tell her a story. (Tell a story to her)
Pola-pola untuk menempatkan Direct Object dan Indirect Object:
Pola A
  • I gave him an apple.
  • I bought her a car.
  • I asked him a question.
Pola B
  • I gave an apple to him.
  • I explained it to him.
Pola C
  • I bought a car for her.
  • I open the door for her.
Kata kerja untuk pola A dan B adalah:
write, read, show, teach, tell, sell, send, lend, bring, take, pass, give
Kata kerja untuk pola A dan C adalah:
buy, get, make, find, do, bake, cash, save
Kata Kerja untuk Pola A saja.
ask, cost, charge, wish
Kata kerja untuk Pola B saja.
explain, announce, describe, introduce, mention, prove, repeat, say, speak, report
(Ketika dipakai dengan for, berarti artinya sama dengan “untuk kepentingan”)
Kata kerja untuk Pola C saja
open, answer, close, change, pronounce, prescribe
Kata kerja untuk semua pola
sing
kata Kerja yang tidak dapat dipakai oleh semua pola. (Kata Kerja Intransitif – Kata kerja yang tidak membutuhkan objek)
eat, sleep, talk, walk, dll.

CONVERSATION IN HOTEL

Handling a Room Reservation
A = Reservation staff B = Mr Chris Scott
A : Good morning Reservation (of Kimuni Hotel), how may I help you?
B : I want to book a room (make a room reservation)
A : When would you like to stay with us?
B : Around the end of this/the year.
A : All right Sir. We have 3 types of room, standard, deluxe, and suite. The price of the standard room is
Rp 50.000 (fifty thousand rupiah) per night, deluxe room is Rp 100.000 (one hundred thousand rupiah) per night,
and the suite is Rp 200.000 (two hundred thousand rupiah) per night. What(which) type of room would you like to
book?
B : I want to book a deluxe room for me and my wife.
A : Please wait a moment. I will check if the deluxe room is still available for the end of the year.
………………………………………………
A : All right Sir, we still have deluxe room available for the end of the year. May we know your arrival and
departure date?
B : I will arrive on 27th December and depart on January 03rd.
A : All right Sir I will make a room reservation for you. Could I have/know your name please?
B : Chris Scott
A : Could you spell it for me please?
B : C for Charlie, H for Hotel, R for Romeo, I for India S for Sierra. S for Sierra, C for Charlie, O for Oscar,
T for Tango, T for Tango……
A : All right Mr Scott, I have made a room reservation for you. You will check in on December 27 and check out
on January 03, total 7(seven) nights. I will send the confirmation by fax. Could I have your fax number?
B : I am sorry I don’t have fax.
A : How about email?
B : Yes, this is my email address : scott@yahoo.com
A : Thank you. I will send the confirmation by email.
B : Thank you




KEHIDUPAN POLITIK, EKONOMI DAN SOSIAL BUDAYA BANGSA INDONESIA PASCA KEMERDEKAAN


KEHIDUPAN POLITIK, EKONOMI DAN SOSIAL BUDAYA BANGSA INDONESIA PASCA KEMERDEKAAN


1. Bidang Ekonomi
Pada masa pasca proklamasi kemerdekaan, keadaan perekonomian Indonesia mengalami kondisi yang cukup terpuruk dengan terjadinya inflasi dan pemerintah tidak sanggup mengontrol mata uang asing yang beredar di Indonesia, terutama mata uang Jepang dan mata uang Belanda, keadaan kas Negara dan bea cukai dalam keadaan nihil, begitu juga dengan pajak.
Oleh karena itu dengan sangat terpaksa pemerintah Indonesia menetapkan tiga mata uang sekaligus yaitu mata uang de javasche Bank , mata uang Hindia Belanda dan mata uang pemerintahan Jepang. Pemerintah Indonesia juga mengambil tindakan lain yaitu menasionalisasikan de javasche bank, KLM, KPM, dan perkebunan – perkebunan asing milik swasta asing, serta mencari pinjaman dana dari luar negeri seperti Amerika, tetapi semua itu tidak memberikan hasil yang berarti dikarenakan adanya blokade ekonomi oleh Belanda dengan menutup akses ekspor impor yang mengakibatkan negara merugi sebesar 200.000.000,00.
Banyak peristiwa yang mengakibatkan defisitnya keuangan negara salah satunya adalah perang yang dilancarkan sekutu dan NICA. Usaha- usaha lain yang dilakukan oleh pemerintah RI untuk mengatasi masalah ekonomi adalah menyelenggarakan konferensi ekonomi pada bulan februari tahun 1946. Agenda utamanya adalah usaha peningkatan produksi pangan dan cara pendistribusiannya, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan milik swasta asing.

2. Bidang Politik
Kondisi dunia politik bangsa Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan, banyak sekali mengalami perubahan dan pembaharuan di segala aspek. Sebagian besar melakukan pembenahan di dalam tubuh pemerintahan yang mana sebelumnya dipimpin oleh bangsa jepang yang menduduki bangsa Indonesia setelah Belanda. Pertama-tama melakukan rapat PPKI yang dilaksanakan pada tanggal 18 agustus 1945. Agenda pertama adalah menunjuk presiden dan wakil presiden serta mengesahkan dasar negara yaitu UUD Negara. Kemudian rapat terus berlanjut dengan agenda –agenda yang lebih luas yaitu pembentukan alat-alat perlengkapan negara seperti Komite Nasional, Kabinet Pertama RI, pembagian wilayah RI atas 8 Propinsi beserta pada gubernurnya, penetapan PNI sebagai satu-satunya partai politik di Indonesia, pembentukan BKR/TKR, dan lain-lain. Tetapi banyaknya hambatan dan kurangnya pengalaman dalam perjalanan pembangunan yang akan dihadapi, maka jalannya pemerintahan menjadi tersendat dan tidak seluruhnya sesuai rencana dan cita-cita yang telah di canangkan.

3. Bidang sosial dan budaya
Pasca proklamasi kemerdekaan banyak terjadi perubahan sosial yang ada di dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada khususnya. Dikarenakan sebelum kemerdekaan di proklamirkan, didalam kehidupan bangsa Indonesia ini telah terjadi diskriminasi rasial dengan membagi kelas-kelas masyarakat. Yang mana masyarakat di Indonesia sebelum kemerdekaan di dominasi oleh warga eropa dan jepang, sehingga warga pribumi hanyalah masyarakat rendahan yang kebanyakan hanya menjadi budak dari bangsawan atau penguasa.
Tetapi setelah 17 agustus 1945 segala bentuk diskriminasi rasial dihapuskan dari bumi bangsa Indonesia dan semua warga negara Indonesia dinyatakan memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam segala bidang

KESIMPULAN:
Salah satu tujuan bangsa Indonesia yang telah dicanangkan sejak awal adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan adanya landasan itulah yang menjadikan misi utama yaitu menitik beratkan pembangunan awal dibidang pendidikan yang mana telah di pelopori oleh Ki Hajar Dewantara yang mana di cetuskan menjadi Bapak pendidikan yang juga menjabat sebagai menteri pendidikan pada masa pasca kemerdekaan 1945.

SUMBER:
http://randy4u.wordpress.com/2008/11/28/kehidupan-politik-ekonomi-dan-sosial-budaya-bangsa-indonesia-pasca-kemerdekaan-1945-%E2%80%93-1950/